DOKUMENTASI BAHASA RONGGA

subglobal2 link | subglobal2 link | subglobal2 link | subglobal2 link | subglobal2 link | subglobal2 link | subglobal2 link
subglobal3 link | subglobal3 link | subglobal3 link | subglobal3 link | subglobal3 link | subglobal3 link | subglobal3 link
subglobal4 link | subglobal4 link | subglobal4 link | subglobal4 link | subglobal4 link | subglobal4 link | subglobal4 link
subglobal5 link | subglobal5 link | subglobal5 link | subglobal5 link | subglobal5 link | subglobal5 link | subglobal5 link
subglobal6 link | subglobal6 link | subglobal6 link | subglobal6 link | subglobal6 link | subglobal6 link | subglobal6 link
subglobal7 link | subglobal7 link | subglobal7 link | subglobal7 link | subglobal7 link | subglobal7 link | subglobal7 link
subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link | subglobal8 link

Teks

Teks ritual dalam bahasa Rongga

Bahasa ritual di Rongga dan juga di bahasa-bahasa lainnya di Flores dianggap sebagai ragam yang 'tinggi' dan susah. Dalam bahasa Rongga, ragam ritual ini dikenal dengan Vera. Vera sesungguhnya adalah bahasa ritual yang dinyanyikan dan dibarengi dengan tarian. Tarian ritual ini seperti tampak pada gambar di sebelah kiri umumnya dipentaskan oleh orang-orang yang sudah dewasa. Walaupun tidak punah betul, ada jenis Vera yang terancam punah, karena tidak banyak anak muda Rongga yang mampu melakukannya.

Struktur bahasa ritual

Bentuk bahasa ritual di Indonesia Timur umumnya sangat rumit dan strukturnya berupa frasa-frasa baku tertentu dan berbentuk bait-bait yang paralel. Bentuk bahasa ritual Vera dalam bahasa Rongga juga mempunya ciri-ciri yang demikian. Berkut ini adalah contoh bait-bait Vera yang menceritakan tentang sejarah suku Motu.

Motu Meka ndili mai, Weka ndili mai Jawa
nama nama sana datang nama sana datang Jawa
' Motu Weka yang datang kesini adalah Motu Weka dari Jawa'

Rajo ngazha Milo Motu, tu ndele Sarikondo
perahu panggil nama nama darat utara nama
'Perahu mereka yg bernama Milo Motu mendarat di Sarikondo'

Sarikondo mosa me'a, tei Motu stana mezhe
nama laki sendiri lihat nama sebesar besar
'Sarikondo sendiri dikenal luas, dan Motu tumbuh besar'

Motu Woe limazhua, embu me'a Sunggisina
nama teman tujuh kakek.moyang sendiri nama
'Motu itu bersaudara tujuh, keturunan dari Sunggisina'

Motu Woe limazhua, beka sogho wae kodhe
nama teman tujuh pecah karena air monyet
'Keluarga Motu ada bersaudara tujuh orang, tetapi meraka pecah karena bertengkar gara-gara sup daging monyet'

Yang berikut ini Vera jenis lain, yang berisi petuah nenek moyang:

Lo resi mbojo, mudha ngata lima lua
badan hujan.rintik payah mujur orang tangan rambut

Weki resi semi, mudha ngata lima lua
bodan hujan.rintik payah mujur orang tangan rambut
             
'Sesuatu mesti dikerjakan dengan sungguh-sungguh, tanpa memikirkan untungnya untuk diri sendiri.'

Hal-hal berikut ini dapat dicatat dari struktur Veras yang diperlihatkan di atas. Pertama, setiap baris berisi dua bagian, yang dipisahkan oleh koma dalam bentuk tulisan di atas, dan setiap bagian umumnya terdiri dari empat (atau tiga) kata bersuku kata dua. Kedua, yang menjadi ciri khusus adalah adanya ungkapan paralel yang mengulang kata-kata yang mempunyai bentuk yang sama, misalnya Motu Woe limazhua di Vera yang pertama, dan muda ngata lima lua di Vera yang kedua. Atau, garis paralel bisa jadi terdiri dari kata-kata yang bersinonim, misalnya ungkapan Lo resi mbojo dan Weki resi semi dalam Vera yang kedua bermakna sama/mirip.

LAGU RONGGA
Ana Kolo "Anak Tekukur"

Klik dan/atau lintaskan "mouse" anda di atas baris lagu, dan saat baris itu berubah merah maka anda akan mendengar suara lagunya!
(Lakukan satu baris satu baris sebelum melanjutkan ke baris berikutnya)

 
  "anak tekukur, anak tekukur, anak tekukur yang kecil""
 
  "di laut, di laut, bukan di laut"
 
  "ambil air, ambil air, ambil air di Nangarawa"
 
  "(dalam) bakul besar, bakul besar, taruh kerang putih itu"
 
  "cungkil kerang, cungkil kerang, cungkil kerang itu"
 
  "bekal saya, bekal saya, mereka makan begitu saja"

| | Hubungi: Wayan.Arka@anu.edu.au | ©2004 I Wayan Arka